Berita bola

Agen bola

 

thumbnail
Kiper adalah satu-satunya pemain di lapangan yang punya hak khusus, yakni menyentuh bola dengan tangan. Sejak kapan mereka diperbolehkan memakai sarung tangan?

Dari sejarahnya, peraturan keberadaan kiper baru ada di tahun 1872. Namun, lahirnya posisi kiper saat itu tidak langsung dibarengi dengan peraturan yang melindungi posisi ini. Di masa itu pemain tim lain diizinkan menggunakan bahu untuk “menabrak” kiper yang sedang menangkap bola, bahkan legal untuk menyeret sang kiper melewati garis gol.

Dengan kondisi ini, maka di masa itu kiper-kiper lebih sering menepis dan memukul bola daripada menangkapnya. Namun pada akhirnya peraturan berkembang dan dimodifikasi hingga saat ini.

Tentang sarung tangan, benda ini memiliki setidaknya dua fungsi: melindungi tangan kiper, dan juga supaya tangkapan lebih maksimal. Ketika posisi kiper lahir, sarung tangan belum populer dan banyak digunakan seperti era modern saat ini. Sebabnya adalah, Laws of The Game FA pada saat itu tidak pernah mengharuskan seorang kiper menggunakan sarung tangan. Bahkan hingga kini,Laws of The Game dari FIFA pun tak menyebutkan dengan spesifik dan jelas terkait penggunaan sarung tangan.

Sebuah dokumen dari Lembaga Paten German menyatakan bahwa sarung tangan kiper telah ditemukan di tahun 1885, namun penggunaannya untuk pertama kali diyakini baru terjadi antara tahun 1940 dan 1950. Adalah seorang kiper Argentina bernama Amadeo Carrizo yang pertama kali dikenal memakai sarung tangan.

Penggunaan sarung tangan kiper menjadi lebih umum pada akhir 1960 dan awal 1970. Tapi kebanyakan kiper masih menggunakannya hanya dalam kondisi basah. Terlebih lagi belum ada sarung tangan yang diproduksi khusus untuk para kiper ini, sehingga masih banyak yang menggunakan sarung tangan berkebun untuk bertanding.

Dokumen Lembaga Paten Jerman menyatakan bahwa sarung tangan kiper yang pertama kali diciptakan menggunakan bahan karet dari India. Adalah seorang Inggris bernama William Sykes yang punya visi menciptakan sarung tangan untuk melindungi kiper dari bola.

Banyaknya kiper yang mulai menggunakan sarung tangan di era 1970-an akhirnya membuat beberapa pabrik alat-alat olahraga seperti Reusch dan Uhlsport mulai membuat sarung tangan khusus untuk kiper. Reusch yang merupakan perusahaan Jerman, mengembangkan sarung tangan untuk salah satu kiper legendaris Der Panzer, Sepp Maier.

Sarung tangan kiper sendiri telah melalui sebuah evolusi. Dari pertama kali ditemukan menggunakan bahan karet India, hingga yang lazim digunakan kini menggunakan bahan latex.

Pada umumnya, bagian telapak tangan dari sarung tangan kiper terbuat dari latex. Latex pada dasarnya adalah karet, namun telah diolah melalui proses modern. Bahan ini membuat bola lebih mudah dan lengket ketika ditangkap. Meskipun bahan ini merupakan bahan yang paling banyak digunakan, namun diawal populernya sarung tangan berbagai bahan juga pernah digunakan seperti kain terry dan karet pemukul tenis meja.

Selain berguna untuk memberi “cengkeraman” yang lebih maksimal, sarung tangan kiper modern juga punya fungsi menyerap tenaga bola. Untuk itu, sarung tangan modern disisipkan bantalan dari sebuah bahan bernama kain “spacer” untuk meredam tenaga bola. Bahan inilah yang membuat sarung tangan kiper cenderung menggembung.

Pada bagian punggung sarung tangan, bahan yang digunakan adalah campuran antara latex, polyurethane,kain tekstil elastis, dan bahan khusus lainnya yang ditambahkan oleh masing-masing pabrikan untuk memberikan identitas dan fitur tertentu.

Pada dasarnya, lapisan latex di bagian telapak tangan dibuat memanjang ke bawah hingga hampir di pergelangan tangan. Ini berguna untuk memberikan ruang yang lebih lebar untuk mencengkeram bola. Sedangkan sarung tangan terkini tidak hanya dilengkapi latex di bagian luar, tapi juga di bagian dalam yang bersentuhan dengan kulit. Ini berguna untuk mencegah terjadinya selip ketika kiper beraksi.

Meski tak bisa dipisahkan, ada juga kiper yang malah memutuskan melepas sarung tangan jsutru di saat-saat penting pertandingan. Saat Portugal beradu penalti melawan Inggris di babak perempatfinal Piala Eropa 2004, misalnya, kiper Portugal, Ricardo, memutuskan melepas sarung tangannya saat menghadapi algojo terakhir Inggris, Darius Vassel. Hasilnya? Ia memblok tembakan Vassel. Setelah itu Ricardo menjadi algojo timnya dan menentukan kemenangan Portugal.

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

10 Stadion Terbesar dan Termewah di Dunia

Berita Bola

Stadion apa yang terbesar dan termewah? disini kami akan memberitahu kepada anda nama-nama stadion terbesar dan termewah. Di dalam pertandingan bukan hanya mengenai 22 pemain saja yang di lapangan, melainkan penonton yang memasuki Stadion lebih banyak. Tentang desain Stadion dan suasana itu menghasilkan efek menakutkan bagi pemain dan pejabat yang bahkan dapat mempengaruhi hasilnya menurut agen judi.

Berikut 10 Nama Stadion Terbesar dan Termewah di Dunia :

1. Maracana, Rio De Janeiro

1Rumah untuk tim nasional Brasil dan klub Rio Vasco De Gama , kembali sisi pertama pada tahun 1920 untuk menandatangani pemain Afrika. Maracana ini dibangun untuk Final Piala Dunia 1950 dan pada satu saat kerumunan 200.000 tidak diketahui. Kapasitas saat ini telah dikurangi menjadi 96.000, tetapi stadion masih memiliki aura yang besar.

2. Nou Camp, Barcelona

2siapa yang tak tau stadion ini, Rumah untuk FC Barcalona, ??Camp Nou memiliki kapasitas hanya di bawah 100.000 dan telah menyelenggarakan permainan besar, termasuk final Eropa dan pertandingan Piala Dunia. Itu selesai pada tahun 1957 dan dengan berbagai perangkat tambahan struktur berjenjang kini mencapai hingga ketinggian 48 meter di satu sisi tanah.

3. Santiago Bernabau, Madrid

3Stadion ini juga tidak kalah dengan stadion FC Barcelona, Dibangun pada tahun 1947, stadion Santiago Bernabau adalah rumah dari Real Madrid, salah satu klub paling terkenal di dunia. Ini juga merupakan tuan rumah untuk Piala Dunia 1982 Final dan berbagai final klub Eropa selama bertahun-tahun.

4. Estadio Azteca, Mexico City

4Para Azteca telah menjadi tuan rumah untuk dua putaran final Piala Dunia, salah satunya adalah Brazil v Italia pertandingan besar pada tahun 1970. Tim nasional Meksiko bermain di sini seperti halnya sisi Club America. Ini diresmikan pada tahun 1966 dan memiliki kapasitas 105.000. Sebuah tempat yang mengesankan, itu dikenal sebagai “Il Coloso de Santa Ursula” (Colossus Saint Ursula).

5. San Siro, Milan

5Stadion Giuseppe Meazza, umumnya dikenal sebagai San Siro, adalah rumah Inter Milan dan AC Milan, dua dari sisi historis paling sukses klub Eropa. Stadion ini memiliki kapasitas 80.http://facelose.wordpress.com/wp-admin/post-new.php?post_type=post000 penggemar, dan merupakan salah satu stadion terbesar di Italia. Sebuah fitur umum pada pertandingan yang flare, spanduk dan nyanyian dari Ultras.

6. Westfalenstadion, Dortmund

6Rumah Borussia Dortmund, Westfalenstadion secara resmi dikenal sebagai Signal Iduna Park, nama dari sponsor itu. Ini adalah salah satu tempat penyelenggaraan terbesar Jerman olahraga dan memiliki basis dukungan fanatik, teratur menjual lebih dari 50.000 tiket musim. Hal ini terkenal unik itu “Südtribüne” (Berdiri Selatan), di mana 24.000 penggemar mengisi teras berdiri terbesar di Eropa.

7. La Bombonera, Buenos Aires Buenes

7Berbasis di lingkungan Boca di Buenos Aires, La Bombonera adalah rumah bagi Boca Juniors, tim yang membawa kita Diego Maradona. Tidak stadion tercantik di dunia tetapi perbankan curam dan kedekatan dengan lapangan menciptakan suasana yang sangat khusus. Derby lokal melawan River Plate bukan untuk hati samar.

8. Stadion Wembley, London

8Ketenaran dari Wembley menyebar di luar dunia sepakbola. Awalnya dibangun pada tahun 1920-an, Stadion Wembley kembali dibuka untuk bisnis lagi pada tahun 2007 dengan biaya sebesar £ 800 juta. Ini telah menyelenggarakan Olimpiade, Piala Dunia terakhir dan final banyak klub Eropa. Sekarang memiliki kapasitas semua seater dari 90.000 dan fitur tidak hanya sepakbola, tapi olahraga lain dan acara olahraga non.

9. Stadion Azadi, Teheran

9Stadion Azadi adalah rumah bagi tim nasional Iran dan memiliki kapasitas 100.000. Ini adalah tempat yang menakutkan untuk pengunjung tim dan merupakan rumah bagi dua klub sepak bola Teheran utama, Perespolis FC dan Esteghlal FC. Suasana di permainan antara kedua belah pihak pada saingan apapun Azadi (dikenal sebagai Sorkhabi) yang ditawarkan oleh kota besar derbies seluruh dunia.

10. La Casa Blanca, Quito

10Estadio de Liga Deportiva Universitaria, biasa disebut La Casa Blanca adalah tanah LDU Quito . Ini adalah entri nakal dalam daftar sepuluh besar karena baru selesai pada tahun 1997. Dengan kapasitas 55.400, hanya stadion terbesar kedua di Ekuador tapi masuk sepuluh besar versi saya karena pada 2800 meter, ketinggian menganugerahkan keuntungan yang signifikan bagi tim nasional Ekuador dalam kompetisi internasional.

Agen bola

 

FOTO:Getty Images/Scott Heavey
London - Chelsea tidak mau main-main dengan Liga Europa. Ditambah fakta bahwa mereka takluk 0-1 dari Steaua Bucuresti di pertandingan pertama, The Blues mau tidak mau memang harus injak pedal gas.

“Pertandingan selanjutnya adalah prioritas kami,” tegas Rafael Benitez di situs resmi klub. Manajer asal Spanyol itu baru saja menuntaskan satu pekerjaan penting: meraih hasil imbang di Old Trafford sehingga Chelsea bisa melakoni laga replay Piala FA di kandang.

Chelsea sendiri punya catatan relatif bagus dalam urusan membalikkan keadaan di kompetisi Eropa. Dari 14 kali berada di dalam keadaan tertinggal, Chelsea berhasil membalikkan keadaan dalam 9 kesempatan.

Salah satu yang cukup diingat oleh suporter mereka adalah pada musim lalu, ketika membalikkan keadaan melawan Napoli di babak 16 besar Liga Champions. Napoli yang menang 3-1 di leg pertama, mereka jungkalkan 1-4 di leg kedua.

Benitez pun optmistis.

“Saya harus memilih tim untuk pertandingan selanjutnya dan memastikan bahwa tim itu cukup kompetitif untuk setiap kompetisi.”

“Beberapa pemain seperti bek tengah dan kiper bisa bermain lebih banyak. Winger, full-back, dan penyerang, sedikit lebih sulit karena intensitas lari mereka. Semuanya tergantung kondisi setiap pemain.”

Kendati demikian, Chelsea tidak punya masalah dengan cedera. Hanya Oriol Romeu saja yang sedang tidak fit.

“Selain Oriol Romeu, pemain lainnya bisa dimainkan, jadi kami bisa memutuskan apa yang bisa kami lakukan. Jelas, Demba Ba tidak bisa bermain,” ucapnya.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Agen bola

 

FOTO:Getty Images/Claudio Villa
Milan - Dengan defisit tiga gol, Inter Milan dihadapkan pada pekerjaan berat kala menjamu Tottenham Hotspur. Andrea Stramaccioni mengatakan selain penampilan bagus, Inter juga butuh keberuntungan.

Sepekan lalu di White Hart Lane, Inter dipaksa mengakui keunggulan Tottenham 3-0. Ini berarti,La Beneamata harus bisa membukukan kemenangan 4-0 di Giuseppe Meazza, Kamis (15/3) dinihari WIB guna mengenggam tiket perempatfinal.

Walaupun akan bertanding di rumah sendiri, mencatatkan kemenangan besar bukan berarti akan mudah. Rekor kandang Inter tidak begitu baik di Liga Europa musim ini: dari enam laga, cuma dua yang berakhir dengan kemenangan.

Sedangkan Tottenham justru belum pernah kalah kala harus melawat ke markas lawannya. Empat pertandingan tandangnya di Liga Europa musim ini selalu berakhir dengan hasil imbang.

Inter juga harus membagi fokusnya dengan Serie A. Antonio Cassano dkk.–kini di peringkat lima–masih terus berupaya finis di tiga besar padahal kompetisi tinggal menyisakan 10 laga.

Di lain kubu, Spurs sedikit lebih rileks. Bukan hanya cuma butuh hasil imbang di laga ini, tim besutan Andre Villas-Boas ini untuk sejenak “melupakan” Premier League karena baru akan bermain dua pekan lagi.

“Kita semua tahu betapa pentingnya 10 laga terakhir buat kami, tapi untuk sekarang kami fokus kepada laga besok malam,” ungkap Stramaccioni yang dikutip dari situs resmi Inter. “Kami semua ingin mengakhirinya dengan baik.”

“Kami harus bisa tampil bagus dan memetik kemenangan untuk fans, tapi kami mungkin juga akan butuh sedikit keberuntungan untuk lolos.”

“Kami paham dengan situasi kami di Liga Europa. Kami akan menghormati pertandingannya dan mencoba tampil bagus. Kita lihat saja bagaimana pertandingannya berjalan, memang sulit untuk membalikkan keadaan tapi kami membidik kemenangan,” lugas dia.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Agen bola

 

FOTO:AFP/Daniel Mihailescu
London - Keunggulan 1-0 di leg pertama disyukuri oleh Steaua Bucuresti. Meski masih harus memperjuangkan keunggulan di Stamford Bridge, Steaua tetap optimistis. Bahkan mereka yakin bisa memetik kemenangan.

Manajer Stauea, Laurentiu Reghecampf, bahkan melontarkan kalimat penuh keyakinan. Isinya mengatakan, timnya sudah terbiasa mendikte permainan dan bukan tidak mungkin Chelsea bakal didikte juga.

Reghecampf baru berusia 37 tahun, lebih muda 15 tahun dari Rafael Benitez, dan berbeda dengan Benitez belum pernah mangangkat trofi kejuaraan antarklub Eropa. Tapi, seperti apa yang dikatakannya, Reghecampf bakal masuk Stamford Bridge dengan kepala tegak.

“Ini bakal sulit, tapi saya punya tim yang senang untuk mendikte permainan,” ujarnya di situs resmi UEFA.

“Tentu saja, kami akan melihat lagi apa yang bisa kami lakukan. Tapi, kami selalu mencoba untuk mendapatkan kemenangan.”

Steaua melaju ke babak 16 besar usai menyingkirkan Ajax Amsterdam. Anak-anak asuh Reghecampf sempat kalah 0-2 di ArenA Amsterdam, tapi berhasil menyamakan agregat di kandang, dan akhirnya lolos setelah menang lewat adu penalti.

Penalti jugalah yang membuat Steaua menang atas Chelsea pekan silam. Tetapi, Reghecampf bisa saja mengelak dari cara serupa untuk menang.

“Jika saya takut akan sesuatu, maka itu adalah tim saya sendiri. Saya tidak terlalu suka melihat kepada tim lain.”

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Neymar Ingin Bergabung Dengan Tim Besar Seperti Barcelona

Berita Bola

Neymar-Impian-Saya-Adalah-Bergabung-Dengan-Tim-Besar-Seperti-BarcelonaBerita Bola – Pemain Santos, Neymar mengungkapkan keinginannya untuk bermain di Eropa, dan mengaku bahwa Barcelona merupakan salah satu tim yang membuatnya terkesima. Neymar sudah lama dikabarkan akan pindah dari Santos dan bermain di Eropa. Klub-klub besar Eropa seperti Barcelona dan Real Madrid adalah yang terdepan untuk mendatangkannya menurut data yang didapat dari agen bola.

Neymar mengaku bahagia jika bisa bermain bersama Lionel Messi

“Siapa yang tidak ingin bermain bersama Messi, Xavi, dan Iniesta? Mereka semua adalah pemain hebat. Saya punya impian bermain di Eropa, untuk klub-klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, dan Chelsea. Ya, Barca adalah tim yang paling membuat saya terkesan. Mereka punya pemain-pemain hebat seperti Xavi, Iniesta, Fabregas, dan Dani Alves.” ujar Neymar.

Continue reading

Agen bola

 

FOTO:Getty Images/John Berry
Jakarta - Lengkap sudah delapan tim yang akan tampil di perempatfinal Liga Champions. Tak ada klub Inggris di fase ini, kendati terselip nama seorang pemain Inggris; David Beckham.

Barcelona, Real Madrid, dan Malaga, menjadi tiga wakil dari Spanyol di babak delapan besar. Bayern Munich dan Borussia Dortmund merupakan dua klub Jerman yang tersisa.

Tiga tempat lain masing-masing diisi klub dari Italia, Turki, dan Prancis; Juventus, Galatasara, dan Paris Saint-Germain (PSG).

Sementara itu, dengan tersingkirnya Arsenal dan Manchester United di babak 16 besar, kompetisi Inggris tak lagi memiliki wakil di fase ini, kendatipun final nanti akan dihelat di Stadion Wembley yang jadi kebanggaan Inggris.

Akan tetapi, sebagaimana diwartakan BBC, bukan berarti Inggris tak benar-benar memiliki “wakil” sama sekali. Setidaknya masih ada David Beckham, pesepakbola 37 tahun asal Inggris yang kini bermain untuk PSG.

Beckham, yang direkrut PSG bulan Januari lalu, sejauh ini belum tampil di Liga Champions untuk klub barunya itu–ia menjadi pemain cadangan yang tak dimainkan ketika menghadapi Valencia di laga leg II babak 16 besar Liga Champions.

Berikut sekilas data atau fakta Liga Champions lain tentang tim-tim di babak delapan besar, seperti dilansirBBC.

Barcelona

Ketika Barcelona mengalahkan Manchester United di Wembley pada tahun 2011, mereka menjadi klub keempat yang bisa memenangi trofi itu lebih dari satu kali di stadion yang sama setelah AC Milan, Real Madrid, dan Liverpool.

Real Madrid

El Real memenangi seluruh lima gelaran pertama ajang ini, tetapi cuma dua pemain yang tampil di seluruh final itu, yakni Paco Gento dan Alfredo Di Stefano, dengan nama terakhir mencetak gol di seluruh lima laga final tersebut.

Malaga

Malaga, yang musim ini menjalani pengalaman pertamanya di Liga Champions, menjadi klub Andalusia ketiga yang tampil di ajang tersebut. Pemain sayap Malaga, Joaquin, sementara itu pernah tampil di Liga Champions untuk klub Andalusia lain, Real Betis. Ia juga pernah bermain di ajang ini bersama Valencia.

Bayern Munich

Bayern adalah satu-satunya tim yang pernah memenangi trofi di ajang ini setelah sebuah replay. Bayern mengalahkan Atletico 4-0 di final tahun 1974 dalam laga replay, setelah sebelum itu kedua tim berimbang sampai extra time tuntas.

Borussia Dortmund

Ketika Dortmund mengalahkan Juventus pada final 1997, Paul Lambert–kini menjadi manajer Aston Villa–menjadi pemain Inggris Raya pertama yang meraih trofi di ajang ini bersama sebuah klub non-Inggris.

Galatasaray

Langkah terjauh Galatasaray di ajang ini adalah pada tahun 1989 ketika sampai semifinal. Saat itu mereka disingkirkan oleh Steaua Bukaristi yang diperkuat Gheorghe Hagi. Uniknya, tujuh tahun kemudian Hagi bergabung dengan Galatasaray dan mengantar klub itu menjuarai Piala UEFA dengan mengalahkan Arsenal tahun 2000.

Juventus

Bersama dengan Bayern, Juventus memegang rekor kekalahan terbanyak di final Piala Champions/Liga Champions–lima kali. Dari tujuh penampilan di partai puncak, cuma dua kali Juve tampil jadi juara.

Paris Saint-Germain

Ezequiel Lavezzi telah mencetak lima gol di Liga Champions musim ini, membuatnya cuma terpaut dua gol saja dari George Weah, topskorer sepanjang masa PSG di ajang ini.

Setelah Arsenal disingkirkan Bayern, Kamis (14/3/2013) dinihari WIB, Inggris tak menyisakan lagi klub di perempatfinal meskipun masih menyisakan pemain asal Inggris, David Beckham. Jika nanti ia tampil sebagai starter untuk PSG di Liga Champions, itu akan menjadi start pertamanya semenjak bermain untuk AC Milan melawan Manchester United di 2010.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Agen bola

 

thumbnailAFP/Paul Barker
Namanya Ryan Giggs. Dia berkebangsaan Wales. Pemain sayap kiri Manchester United yang berevolusi menjadi seorang central midfielder. Dari penusuk jantung pertahanan menjadi jangkar yang menjembatani pemain bertahan dengan barisan depan. Satu hal yang jelas adalah, proses itu tak semudah membaca kalimat tadi.

Proses itu bisa jadi serumit dribble Giggs muda yang tak hentinya mengelabui pemain bertahan lawan. Namun, satu hal penting yang dimiliki untuk melakukan itu adalah keinginan seorang Giggs untuk terus beradaptasi dan menciptakan mekanisme preservasi diri agar tak hilang begitu saja ditelan lapangan hijau.

1.000 pertandingan yang telah dilaluinya, ditandai dengan pertandingan melawan Real Madrid di leg kedua perdelapanfinal Liga Champions tahun ini, adalah testamen nyata kegigihannya. Bisa jadi keinginan inilah salah satu faktor kenapa pemain yang dulu dikenal dengan nama Ryan Wilson, ketika muda dan berambut keriting, itu masih terus berlari mengejar bola dan tetap bisa mengadalikan banyak pemain bertahan yang ketika Giggs mulai bermain, bahkan belum lahir.

Di tempat lain, Charles Darwin mungkin sedang berguling-guling kegirangan mendengarkan ini. Karena menurut Charlie, makhluk yang tidak bisa melawan seleksi alam akan hilang dan punah karena tak mampu beradaptasi dengan sekitarnya. Namun, secara teoritis pula, dia memulai gagasan bahwa makhluk yang dapat melawan kondisi di sekitarnya dan berani menentangnya-lah yang akan terus bertahan. Giggs mirip-mirip dengan teori Darwin ini.

Secara asumtif, kita anggap saja seorang pemain akan memulai kariernya di umur belasan akhir, mencapai puncaknya di pertengahan umur 20-an, dan mencapai senja di antara 30 – 35 tahun. Itu kenyataan yang terjadi. Sementara ini adalah Ryan Giggs, pemain tengah untuk Manchester United yang sudah berumur 39 tahun. Dan melihat dari penampilan gemilangnya melawan Real Madrid beberapa waktu lalu, senja di matanya hanya awal dari malam yang panjang.

Giggs, dengan umur yang hampir mendekati angka 40 dan kompetisi brutal yang lebih mengutamakan fisik prima, secara teoritis seharusnya sudah punah. Menyatu dengan fosil-fosil pensiunan pesepakbola lainnya atau menjalani kehidupan seorang pemain yang kariernya sudah habis dan berkeliling dunia menjadi ambassador klub. Atau mungkin berfoto bersama fans klub dan menandatangani memorabilia. Tapi, nyatanya tidak demikian.

Konon katanya Giggs melakukan Yoga untuk tetap bugar dan fit sehingga dia masih mempunyai stamina dan kemampuan fisik untuk tetap bisa bersaing di eselon teratas sepakbola Inggris. Saya lebih percaya dia memang setengah highlander yang hanya bisa dihentikan kariernya ketika seorang highlander lain memenggal kepalanya dan mengambil semua kemampuannya. Mungkin Javier Zanetti yang akan melakukannya suatu hari nanti.

Tapi, terapi fisik dan Yoga tak bisa menjadi satu-satunya faktor yang dapat membuatnya terus bergerak maju. Di setiap tahun Giggs bermain, semakin banyak pula pemain muda yang lebih cepat, lebih kuat, lebih lincah, dan lebih lihai muncul dan mencoba memberikan waktu yang berat untuknya. Saya rasa, baginya, adalah sebuah pancingan untuk berbuat lebih baik.

Ada sebuah cerita ketika Giggs sedang berada di puncak permainannya dan Sir Alex membeli seorang pemain sayap kiri potensial bernama Jesper Blomqvist untuk menjadi penerusnya. Tak sedikit yang berspekulasi bahwa Blomqvist akan menggantikannya sebagai sayap kiri pilihan pertama United secara permanen. Ketika seorang memberitahukannya kepada Giggs karena khawatir dengan posisi yang dihadapi si ‘Welsh Wizard‘ itu, dia hanya menjawab, “Dia sebaiknya bermain cukup bagus”. Blomqvist memang melakukan tugasnya dengan baik, namun Giggs tetap menjadi no.11 pilihan Sir Alex.

Memang betul, ada kalanya Giggs bermain buruk dan itu seringkali karena umur yang juga mulai menyusulnya. Namun seperti seorang Mr. Fantastic, yang kebetulan juga berambut kelabu, Giggs berputar dan meliuk agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Di awal kariernya Giggs dilihat sebagai api yang menyambar dan galak melahap bola. Sekarang, sebagai api tenang yang terkadang masih terlihat menyemburkan jilatan panas dan masih bisa membakar mereka yang datang berniat untuk mengambil bolanya.

Tak pernah puas dengan prestasi juga merupakan anomali genetis yang terdapat dalam DNA-nya. Ketika di final Liga Champions 2008, sesaat sebelum mengangkat piala untuk merayakan kemenangan tim-nya, Giggs berkata kepada teman-teman selapangannya “Ini perasaan yang bagus, lads! Kita angkat lagi tahun depan.”

Trofi belum sampai di tangannya, Giggs sudah berbicara dan mengumpulkan niat untuk merebutnya kembali tahun depan. Perasaan tak pernah puas ini mungkin terlalu berlebihan dan mempengaruhi kehidupan pribadinya. Namun, di atas lapangan hijau itu adalah tanda seorang pemenang. Seseorang yang dapat memecahkan teori serta spekulasi dan terus mengincar gelar juara.
Ketika pemain muda lainnya sudah cukup dengan satu gelar Premier League dan membingkainya, menempatkannya dalam sebuah museum pribadi di rumah mewah mereka, Giggsy bahkan lupa di mana dia menempatkan 12 medali gelar juaranya. Ketika pemain muda sudah mulai puas dengan uang yang mereka dapatkan dari Sheikh kaya, yang membeli klub bola dan memperlakukan mereka seperti mainan, Giggs masih menandatangani perpanjangan kontrak dengan dengan klub yang mengontraknya pertama kali. Ketika pemain muda yang berpotensi, namun arogan, mulai berulah dan merasa layak untuk selalu menjadi bintang lapangan, Giggs cukup berkenan mengubah posisinya di klub dari seorang pemain bintang yang tak tergantikan menjadi club player yang perannya selalu dibutuhkan. Ketika pengalaman seorang pemain jauh lebih dibutuhkan dibandingkan dengan keahlian di atas lapangan, Giggs pun ada di sana.

Jika Darwin masih hidup dan membaca tulisan ini, mungkin saja dia akan berkata “Ya, ini benar sekali!” sekaligus menyatakan bahwa Ryan Giggs adalah salah satu fenomena yang patut ditelitinya. Giggs tetap bermain di salah satu liga terbaik Eropa dan masih memberikan dampak positif pada hasil pertandingan, meski dengan rambut yang sudah beruban dan umur yang membuatnya layak untuk menjadi paman Phil Jones.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Agen bola

FOTO:Getty Images

Manchester - Pada suatu waktu klub-klub Inggris pernah tampil mengilap di kancah Liga Champions. Pada 2008-09, tiga dari empat tempat di semifinal bahkan diisi klub Inggris. Kontras dengan saat ini ketika tak ada satupun yang bisa menembus babak delapan besar.

Sejak 1996, 17 tahun lalu, baru kali ini lagi tim Inggris tidak mampu mencapai perempatfinal Liga Champions. Manajer Arsenal Arsene Wenger, yang timnya paling akhir tersingkir dari ajang itu, menyatakan ini mesti diwaspadai benar oleh Liga Primer Inggris.

Pun demikian, mantan bek kanan Manchester United Gary Neville menilai situasi tidak seserius itu. Menurutnya yang terjadi saat ini cuma bagian dari siklus. “Kami sedang tidak tangguh. Tak ada gunanya membantah itu,” kata Neville di Sporting Life.

“Dari 2005 sampai 2013 kami memiliki delapan atau sembilan finalis, yang mana merupakan persentase kesuksesan luar biasa jika Anda juga menyertakan semifinalis.”

“Tapi Barcelona dan Real Madrid sudah lebih kuat, tim-tim Jerman lebih kuat, Juventus pun terlihat mulai bangkit. Semua ada siklusnya. Anda tak bisa selalu ada di puncak.”

“Mungkin kami sedang menjalani sebuah periode di mana kami sedikit menurun. Tapi ini mungkin langsung berubah tahun depan atau tahun setelahnya,” prediksi Neville.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Agen bola

FOTO:Liverpool FC via Getty Images/Andrew Powell

Manchester - Kontrak Gareth Barry dengan Manchester City sedikit lagi bakal habis. Mengaku masih betah dan kerasan bermain di City, Barry pun berharap kontraknya segera diperpanjang.

Bersama beberapa pemain lainnya seperti Carlos Tevez dan Joleon Lescott, Barry hanya tinggal punya kontrak satu musim lagi. Kontraknya yang sekarang akan habis pada pertengahan tahun 2014 mendatang.

Barry, bersama Lescott, adalah dua orang pemain yang dikabarkan bakal dilego City pada musim panas nanti. Tapi, gelandang berusia 32 tahun itu membantahnya dan menyebut bahwa hubungannya dan orang-orang dalam klub baik-baik saja.

“Saya ingin menghabiskan karier saya dengan tetap memiliki kans mendapatkan trofi dan ini adalah klub yang tepat,” ujar Barry seperti dilansirSky Sports.

“Saya merasa nyaman di sini dan punya respek kepada orang-orang yang baru berada di klub ini.”

Barry mengungkapkan bahwa dirinya tengah melakukan pembicaraan beberapa kali dengan orang dalam klub. Sejauh ini, mantan gelandang Aston Villa itu yakin bahwa pembicaraan mengenai kontrak baru tersebut berjalan lancar.

“Masih ada waktu sampai akhir musim ini dan masih ada sisa satu musim lagi. Ada perubahan di petinggi klub, tapi semua orang merasa tenang karena mereka tidak akan terburu-buru menganalisis situasi, dan bagaimana mereka akan berjalan di masa depan.”

“Para pemain juga merasa nyaman dengan hal tersebut, tapi yang terpenting bagi pemain adalah tetap tampil baik di lapangan,” ucapnya.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

promo asiatangkas