Liga Indonesia

Agen bola

Jakarta - Pertandingan Persib Bandung melawan Arema Indonesia dalam laga Indonesia Super League (ISL) yang sejatinya digelar pada tanggal 17 Maret ditunda sampai tanggal yang belum ditentukan.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono. Ia mengatakan keputusan tersebut setelah pihaknya menggelar rapat terkait persiapan timnas, yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan alias training centre (TC). Ia pun menolak dugaan bahwa laga ditunda karena bertepatan dengan Kongres.

“Positif dijadwal ulang. Surat baru diterbitkan. Tapi penundaan bukan karena kongres, tapi karena timnas,” ujar Joko saat dihubungi, Kamis (14/3/2013).

Laga Persib versus Arema sejatinya akan digelar Stadion Jalak Harupat hari Minggu (17/3). Kendati laga itu kini sudah positif ditunda, Joko menyatakan pihaknya belum menentukan kapan laga tersebut akan digelar kembali. Sementara itu, partai Persita Tangerang lawan Gresik akan tetap dihelat pada tanggal 17 Maret sebagaimana jadwal semula.

“Akan diputuskan paling lambat Senin setelah kami bicara dengan klub dan televisi pemilik hak siar ISL,” katanya.

Saat ini Badan Tim Nasional (BTN) sudah memanggil 58 nama pemain untuk menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi Arab Saudi pada tanggal 23 Maret mendatang.

Di daftar itu ada sejumlah pemain dari Persib dan Arema; dari Persib ada Made Wirawan, Tony Sucipto, Sergio van Dijk, Muhammad Ridwan, Firman Utina, dan Hariono, sedangkan dari Arema ada Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Hasim Kipuw, Egi Melgiansyah, dan Greg Nwokolo.

Mengomentari adanya penundaan pertandingan terkait dengan pemusatan latihan timnas tersebut, Pelatih Arema Indonesia Rahmad Darmawan mennyatakan bahwa para pemainnya bisa segera bergabung dengan TC timnas.

“Saya justru baru tahu setelah sampai di Cengkareng dari Malang. Tim berencana kembali ke Malang malam ini. Tapi jika yang dipanggil ke timnas, mungkin akan langsung ke timnas,” jelasnya.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Agen bola

 

FOTO:detiksport/Rengga Sancaya
Jakarta - Training camp tim nasional Indonesia hingga kini baru diikuti 13 pemain. Setelah skuat terpilih, para pemainnya akan dicek kesehatannya sebelum menghadapi Arab Saudi. Kapan?

“Kami akan melakukan medical check up setelah terbentuk tim utama. Sangat tidak efisien kalau kami periksa semua pemain yang hadir. Jumlahnya ada 58 pemain dan terlalu banyak,” ujar dokter timnas Syarif Alwi di Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Menurut Syarif, jumlah pemain sebanyak itu sangat tidak mungkin untuk dicek satu per satu. Meski sebagaian pemain sudah diketahui riwayat kesehatannya,medical cek up akan dilakukan seluruhnya setelah pelatih Luis Manuel Blanco memilih 23 pemain.

“Kami sudah tahu riwayat kesehatan sebagaian pemain. Jadi tinggal dicek saja kualitas fisiknya saat ini. Kalau nanti di antara 23 pemain tersebut ada yang tidak layak dimainkan karena faktor kesehatannya, maka kami akan rekomendasikan ke pelatih untuk diganti dengan yang lainnya.”

Pemusatan latihan timnas saat ini diikuti 13 pemain yakni Denni Marcel, Valentino Telaubun, Nopendi, Raphael Maitimo, Diego Michiels, Husin Rahaningmas, Anggi A. Yusuf, Andik Vermansah, Taufiq, Tonnie Cussell, Stephano Lilipaly, T.A musyafri, Mario Aibekop. Sementara 20 pemain ISL bakal hadir sore ini.

Terkait kondisi pemain saat ini, Syarif menilai tidak ada masalah. “Latihan yang dilakukan oleh pelatih memang sangat berat. Jadi saya setiap hari berjaga-jaga di lapangan menjaga supaya pemain tidak kenapa-kenapa.

“Latihan di siang hari sebenarnya tidak bagus karena kasihan pemain kondisi dan stamina mereka cepat habis. Seharusnya latihan fisik itu dilakukan di tempat dingin,” jelasnya.

 

Sumber: Detiksport

 

Pasaran bola

 

Jakarta – Tim nasional Indonesia memerlukan biaya tidak sedikit untuk mengikuti Al-Nakbah International Tournament di Palestina. Anggaran itu berjumlah Rp 3 miliar.

“Dananya di atas Rp 3 miliar. Jangan tanya itu dari mana, yang pasti dari dana donatur-donatur. Tugas penanggung jawab timnas tidak hanya ngomong tetapi memikirkan finansial juga,” ujar Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong di Jakarta, Selasa, (15/5/2012). Continue reading

Malang – Arema Indonesia menang atas tamunya Pelita Jaya dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) dengan skor 3-2. Gol kemenangan tuan rumah yang dicetak Alain N’Kong menuai protes tim tamu.

Dalam pertandingan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (28/4/2012), sore WIB, tim tamu membuka kemenangan terlebih dulu melalui tandukkan Greg Nwokolo di menit 9, memanfaatkan tendangan bebas rekannya. Continue reading

Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Ramadhan Pohan, politisi Partai Demokrat sekaligus Ketua Harian Fair Play PSSI, untuk menjadi manajer timnas senior yang ditangani oleh Nil Maizar.

Wakil Sekjen DPP Ppartai Demokrat itu dipilih menjadi manajer timnas melalui hasil rapat komite eksekutif (exco) yang dilakukan PSSI pada Selasa (17/4/2012) lalu. Ramadhan menggantikan Ferry Kodrat pada posisi tersebut.

“Ramadhan Pohan bukan orang baru tentunya di PSSI. Komitmen dirinya dalam membangun sepak bola Indonesia, yang membuat PSSI memilihnya untuk mendampingi Nil Maizar,” kata Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong, di kantor PSSI, Senin (23/4).

Limbong menegaskan kalau penunjukan itu murni berdasarkan kemampuannya dan bukan karena alasan-alasan lain. “Pohan itu orang yang sangat dinamis. Mulai hari ini saya sebagai penanggung jawab timnas mengumumkan ini pada rekan-rekan media sehingga beliau sah untuk menentukan pola dan tujuan timnas senior itu sendiri,” ujarnya.

Sementara Ramadhan sendiri mengaku bahwa kepercayaan dari PSSI itu merupakan sebuah kehormatan untuknya. Ia menegaskan bakal berusaha keras untuk membangun kepercayaan pencinta sepakbola terhadap dirinya.

“Bagi kepentingan nasional, ketika ada panggilan dari Merah Putih untuk kita berkiprah. Dalam hal ini memang aktor terpenting dari semuanya adalah para pemain. Nah, kita ini adalah pendukungnya, yang di situ juga ada pelatih dan saya dalam konteks sebagai menager tim lebih pada faktor internal dan eksternal itu yang intinya mengokohkan membuat timnas kita ini bagaimana supaya solid, kokoh, dan memberikan yang terbaik untuk kepentingan merah putih,” bebernya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu kini sudah dinanti sejumlah tugas seperti turnamen Al-Nakbah di Palestina yang akan diikuti oleh timnas pada 13-24 Mei mendatang.

“Yang ini juga penting karena bukan sekedar perlawatan ataupun memantabkan tim, tetapi menaikkan peringkat sepak bola kita ada poin disana, dan itu juga agenda dari FIFA. Dan kemudian pada tanggal 26 Mei menyiapkan diri untuk melawan Inter Milan, dan kita tahu bahwa Inter Milan di liga italia itu adalah tim papan atas juga,” papar pria yang memiliki sekolah sepak bola di Pacitan, Jawa Tengah, tersebut.

Ramadhan melanjutkan, pada bulan Juni timnas juga akan menghadapi klub asal Inggris, Liverpool. Setelah itu pada bulan Oktober pihaknya mesti bersiap untuk Piala AFF.

“Nah, itu agenda-agenda yang ada dalam waktu dekat. Besok saya akan bergabung dengan timnas di Yogyakarta, untuk melihat latihan yang sudah disiapkan oleh Nil Maizar, pelatih timnas kita,” kata Ramadhan yang memilih politisi PKS, Raihan Iskandar, sebagai wakilnya.

 

taruhan bola

Dikutip dari bola.net, upaya PSSI dalam membentuk tim nasional Indonesia dengan melibatkan pemain asal kompetisi Indonesia Super League (ISL) patut mendapatkan dukungan.

Pasalnya, menurut pelatih Persikab Kabupaten Bandung, kontestan kompetisi Divisi Utama musim 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Encang Ibrahim, pembentukan dan pengelolaan tim nasional Indonesia difokuskan untuk lebih mementingkan pencapaian tujuan nasional ketimbang terlalu direpotkan oleh target-target pribadi dan golongan.

“Tim nasional Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal dan diisi para pemain terbaik di pentas sepak bola Tanah Air. Sehingga, langkah PSSI dalam menggandeng pemain asal kompetisi ISL atau yang dikelola PT Liga Indonesia (PT LI), termasuk Divisi Utama, sangat tepat. Sehingga, harus didukung dengan hati terbuka dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan,” terang pelatih berlisensi A Nasional tersebut kepada Bola.net Minggu (15/4).

Encang mengaku prihatin adanya kisruh yang menyebabkan pemilik klub dan pelatih ISL enggan melepaskan pemainnya ke Timnas. Menurutnya, itu bukanlah sikap yang bijaksana. Terlebih, melanggar hak para pemain dalam membela negaranya.

“Setiap warga negara memiliki hak untuk membela negaranya tanpa syarat atau alasan apapun. Sehingga, ketika pintu Timnas dibuka lebar oleh pak Djohar Arifin Husin, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Pilihan untuk memprioritaskan kepentingan nasional, tambahnya, didasari oleh pertimbangan bahwa kepentingan yang lebih besar akan sukar diwujudkan tanpa adanya kerja sama.

Selain itu, menurut dia, insan sepak bola nasional seharusnya terus mendorong komitmen PSSI untuk menjalankan program penanganan sepak bola yang melahirkan prestasi serius dan nyata.

Encang mengakui, kini masih ada keengganan pelaku sepak bola di bawah naungan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) untuk memberikan komitmen agar lebih nyata mendukung PSSI. Hal itu, lanjutnya, terjadi karena mereka menuduh PSSI tidak mau menunjukkan keinginan serupa.

“Mereka seolah lupa dan terpaku dalam kepentingan kelompok. Terlebih, bahwa pemain klub ISL bisa memperkuat Timnas dianggap terlambat. Padahal, tidak pernah ada kata terlambat untuk kebaikan,” tutupnya.

 

Agent Bola

promo asiatangkas